Posts

Showing posts with the label A Slice of Life

One Year: Navigating a new life

Image
My mind was planning a few things to celebrate my first year living in Germany. I was thinking of cooking special Indonesian dishes like Nasi Kuning and Es Cendol. But as it turned out, the universe had other plans. Right on the anniversary , I was joining a two-week field trip to Indonesia. TO INDONESIA. It felt a bit funny to me, like the universe is planning something. Looking back, here are the highlights of my first year in Germany: 1.   Independent Self-Learning Before studying abroad, I’ve heard a lot about European education systems which emphasise on self-learning and student independence. Here, students bear full responsibility for managing their own studies: checking courses and their requirements, selecting modules, analysing research data, and keeping up with assignments. Still, knowing the system beforehand and actually experiencing it are two different things. It was tough sometimes. I once forgot to do homework simply because life was so overwhelming back th...

Dunia dalam Kata

Image
Hari ini, lima belas tahun lalu, adalah hari pertama gua posting di blog ini. Ga terasa weyyy. Nah, kali ini gua mau sedikit mengenang awal mula gua nulis, yaitu tahun 2011 di mana gua lagi kuliah S1. Waktu itu, ada satu orang di kampus yang bisa dibilang menginspirasi gua. Orangnya terlihat kalem tapi tegas. Setelah ditelusuri, ternyata dia punya blog pribadi. Mampir lah gua buat baca-baca. Dan WOW… dibalik ketenangannya ternyata dia adalah pribadi yang hangat dan jenius. Terlihat dari keeleokan dan tata bahasa yang dipake. Dari situ, gua kepikiran buat bikin blog juga. Waktu itu belum tau mau nulis apa, jadi seringnya asbun. Semua-mua ditulis lalu di- post . Baru nulis “agak bener“ itu pas cerita tentang pengalaman naik gunung sama keluarga, bisa dibaca di sini: Mount Gede Part I . Pas baca postingan ini, aseli gua meringis, kaya, ih gua dulu cringe banget! Tapi itulah jaman. Gua berubah. Pun kita semua. Postingan pertama ini jadi pengingat sekaligus artefak langka buat gua pribad...

Six Months: From theory to therapy

Image
-- English version available below -- Moin! Ga terasa udah enam bulan tinggal di Jerman. Buanyak banget yang udah terjadi, termasuk range emosi yang belum pernah gua rasa. Tapi, dari semua itu, gua bersyukur bisa melewati semester pertama ini dengan baik. Yeay! Gua mau berbagi tentang apa aja yang udah terjadi enam bulan belakangan, yang sebagian besar tentang pendidikan/studi. Disclaimer dulu, poin-poin tentang pendidikan di bawah ini akan tidak apple-to-apple , karena S2 di LN dan S1 di DN tentu berbeda secara sistem. Ditambah, studi S1 dua belas tahun lalu kondisinya udah beda sama S1 sekarang. Jadi, di sini fokus gua adalah cerita tentang hal-hal baru di luar zona akrab. 1. Baca +100 halaman tiap minggu Di jurusan gua, tiap matkul biasanya ada PR baca 1-2 jurnal per minggunya. Semester ini, gua ambil 4 matkul. Jadi, tiap minggu wajib baca jurnal minimal 100 halaman. Awal-awal baca jurnal itu lamaaa banget. Ditambah beberapa penulis pake kosakata akademik yang ga umum, dan...

Selamat Ulang Tahun

Image
I rarely post something about my love life on social media, or even on this blog. Whenever I shared something here, my boyfriend would tease me that he never made an appearance in my stories. I would just smile, and we’d both laugh. It became a small inside joke between us. It’s not that I don’t want to share my happiness. On the contrary, I actually enjoy sharing little moments of my life. But there are two reasons. First, my last relationship didn’t work out. I used to post about us quite often, and when we broke up, those posts suddenly felt heavy. I felt embarrassed, almost as if I had shown too much of something that didn’t last. Since then, I’ve become much more careful about my love life and about whom I’m currently seeing. Second, I cannot control others’ reactions after seeing my posts: assumptions, jealousy, unnecessary comments. But that’s social media anyway. You post, you bear the risk. There were many times I wanted to share something about my relationship, but I en...

Three Months: Too complex terms?

Image
  –English version available below– Moin! Memasuki bulan ketiga di Jerman, mulai kerasa sibuk dan perlu adaptasi, terutama aspek pembelajaran. Pertama, otak dorman ini perlu dipanasin lagi karena udah lama ga sekolah. Terakhir sekolah itu 2014 :) Kedua, adaptasi sama sistem pendidikan di sini yang beda banget sama di Indo. Contohnya, di program gua, tiap minggu ada PR baca paper, yang nantinya didiskusiin di kelas. Nah, ada satu paper yang lumayan menarik–sekaligus mengusik. Papernya ngebahas tentang penggunaan istilah "Sustainability" dan "Socio-ecological Transformation" (SET). Intinya, di paper itu bilang bahwa akhir-akhir ini istilah Sustainability semakin marak dipake, gaungnya dimana-mana. Tapi di dunia akademik itu sendiri malah dirasa kurang cocok, karena katanya kurang mampu merefleksikan kompleksitas yang sesungguhnya terjadi di masyarakat. Bahkan, istilah ini seringkali dipake sama oknum yang justru action-nya ga sustainable. Lalu, istilah apa yang lebih ...

Moin! My First Month in Germany

Image
--English version available below-- Moin! Ini adalah sapaan khas dari Jerman bagian utara, termasuk di Kiel. Tepat sebulan lalu, gua tiba di Sailing City ini buat lanjut S2. Mimpi besar yang menjadi nyata--sampai sekarang pun masih sering ga percaya. Sebelum berangkat ke Jerman, gua berniat update blog secara berkala. Ga yang rutin banget, tapi setidaknya ada cerita yang gua bagi. Waktu kerja di Atambua dulu, gua nyesel ga rajin ngepost. Alhasil cuma sedikit yang bisa dikenang lewat tulisan. Sedangkan pengalaman yang gua dapet waktu itu buanyak banget. Dan kalo nulisnya udah kelamaan, emosi atau perasaannya udah ga akurat lagi. So, ya, let's see! Oke, sebulan pertama di Jerman, apa aja yang udah terjadi? 1. Susah cari apart Seminggu pertama di Kiel dipenuhi sama agenda visit tempat tinggal. Kebanyakan landlord minta visit langsung, walaupun ada juga yang bisa visit secara online. Btw, Kiel (dan beberapa kota di Jerman) lagi housing crisis. Syulit banget dapetin tempat tinggal layak...

Hati Kecil

Image
Bulan Juni, gua ketemu Kinan, dan seperti biasa, kami ngobrol panjang lebar update kehidupan. Ternyata papa Kinan abis kecelakaan, dan mengharuskan Kinan urus ini itu di rumah sakit selama semingguan. Menuju akhir cerita, kami baru sadar sesuatu (yang bikin Kinan sampe merinding). Jadi, mundur ke dua bulan sebelumnya, kami merencanakan liburan ke Manila awal Juni. Sekitar H-sebulan, gua chat Kinan buat konfirm ulang. Di situ Kinan bilang dia ragu akan mampu ke Manila, dan menjelaskan alasannya. Gua memahami dan terima penjelasan Kinan. Kami ga jadi ke Manila. Ternyata, di tanggal yang seharusnya kami liburan, papanya Kinan kecelakaan. Seketika kami lega (walau batal liburan), karena ternyata ada insiden tidak terduga ini, dan Kinan butuh standby buat keluarganya. Kinan bilang, waktu itu dia merasa bahwa dia ga akan pergi awal Juni, tapi susah banget buat jelasin "kenapa"nya secara logis. Lalu gua bilang, "K, itu namanya hati kecil. Hati kecil kita tuh kaya udah ngasih ta...

Sepuluh Tahun Sejak Meja Pertama

Image
--English version available below-- Atambua, April 2015 Ini adalah meja kerja pertama gua, tepat sepuluh tahun yang lalu. Gua kerja sebagai staf Monev (Monitoring dan Evaluasi) di salah satu NGO anak. Lokasinya di Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Atambua ini kota perbatasan sama Timor Leste. Flashback dikit, waktu dapet telepon buat wawancara kerja, HRnya nyebut nama gua dan konfirm ulang “...apply untuk posisi Belu?” Gua ngeblank beberapa detik. Aseli, gua lupa total pernah apply posisi ini, saking banyaknya lamaran yang gua masukin. Maklum, waktu itu baru lulus kuliah, jadi semua dicoba. Yang penting dapet kerja dulu , begitu pikir gua. Setelah telepon ditutup, gua langsung buka Google Maps, dan cari Belu itu di mana. Dan… APA? NTT? Bola mata pun membesar. Yang ga akan gua lupa, setelah wawancara, gua keluar gedung… lalu nangis. Langsung telepon sahabat gua. Gua nangis karena wawancaranya lebih mirip ujian lisan matkul Monev sama dosen killer. Pertanyaan...