Posts

Showing posts with the label Cerpen

Semangkuk Mi Hangat

Image
“What’s on your mind?” tanya gua secara random di tiga kilometer terakhir menuju basecamp . “Mmm... Capek,” jawab Arkha singkat. “What about you?” dia bertanya balik. “Indomie.” Arkha tertawa mendengar jawaban gua. Gua pun ikut tertawa. Siapa yang tidak memikirkan semangkuk mi hangat plus cabe rawit iris di tengah dinginnya gunung dengan ketinggian 3.000-an mdpl. Weekend ini, seperti weekend yang lalu-lalu, gua dan Arkha trail run ke gunung. Kami sama-sama setuju kalau tiga kilometer di gunung itu sangat berbeda dengan di kota. Kalau jalan di gunung, entah mengapa rasanya lama banget. Sampai akhirnya gua bosan dan melontarkan pertanyaan random itu pada Arkha. Sesampainya di basecamp , kami menuju satu warung tempat kami memarkir mobil. Gua sudah membayangkan nikmatnya menyantap mi hangat di cuaca dingin begini. Ditambah perut gua lagi laper banget setelah trail run 16 kilometer. Rencana gua adalah pesan mi sebelum mandi. Jadi, minya udah siap setelah gua mandi, gak perlu ...

Surprise

“Radit mana?” tanya seorang gadis kurus kepada Reno. Ia sangat excited menyambut pria bernama “Radit” ini. Namun, yang ditunggu-tunggu tidak terlihat batang hidungnya sejak packing pagi tadi. Raut wajah sang gadis nampak kecewa. “Radit harus jemput mama ke bandara. Dia nitip ini buat elo.” Reno memberikan bungkusan kecil yang langsung membuat gadis kurus tersenyum begitu melihat isinya. Makasih Radit, you know me. Tapi, bukan ini yang ia inginkan sekarang, melainkan orang yang memberinya bungkusan ini. “Dia minta maaf karena gak jadi ikut. Don’t get glum , Milo. Masih ada gue dan Adri, okay ?” Reno memainkan alisnya genit sambil mengajak high-five . Hari ini hari yang spesial bagi seorang gadis kurus bernama Milly Raisha Wijaya. Pria bernama Radit itu sudah janji sejak minggu lalu untuk menemaninya naik gunung. Dan ketidakikutsertaan Radit yang tiba-tiba itu membuat mood Milly bagai naik roller coaster . Dari kursi pengemudi Adri mengamati adiknya yang sepanjang perjalanan cem...

Jaket Abu

Ruangan aula ini cukup besar dengan enam buah pendingin di dalamnya. Biasa dipakai untuk acara pementasan siswa-siswi, pameran, maupun seminar.  Warna dinding coklat muda dengan properti berwarna senada di dalamnya membuat ruangan ini terlihat indah dan megah. Jejeran kursi yang tertata rapi dengan ukuran sedikit besar membuat siapa saja berpikir bahwa tidur di kursi tersebut pasti sangatlah nyaman. Ditambah udara sejuk yang terhembus dari pendingin ruangan siap mengantarkan siapapun memasuki alam bawah sadar jauh lebih dalam, jauh lebih dalam. Di salah satu sudut ruangan aula duduklah seorang gadis kurus berseragam putih abu dengan Milo Chocolate Bar dan sebuah buku agenda dengan tulisan “@millysha” di pangkuannya. Mencoba menahan dingin dan berdoa seminar yang sedang disampaikan cepat selesai. Duduk di barisan kedua dari belakang bukanlah pilihan yang tepat karena berada dekat dengan pendingin ruangan bagian belakang. Namun, ia tak punya pilihan lain karena barisan depan dan te...