Posts

Showing posts with the label Adventure

Malaikat Tak Bersayap

Image
Ketika patah hati, setiap orang punya coping mechanism (mekanisme bertahan) atau cara pengendalian yang berbeda-beda. Sebuah penelitian menyebutkan lima cara yang umum dilakukan orang Inggris Raya ketika patah hati adalah ngobrol dengan teman (37%), minum alkohol (30%), tidak melakukan apa-apa (21%), makan lebih banyak (12%), dan berbicara dengan orang tua (12%)*.  Saya? Sepertinya masuk ke dalam kaum rebahan alias tidak melakukan apa-apa. Tapi ada satu kebiasaan yang saya amati ketika lagi ngerasa sedih: Saya cenderung menarik diri dari pergaulan, misalnya off dari media sosial dan tidak mau ngobrol dengan siapapun, bahkan teman dekat sekalipun. Ini terjadi ketika saya lagi ngerasa super sedih sampai rasanya ga ada tenaga untuk bersosialisasi, salah satunya waktu patah hati terbesar akhir 2017. November 2020, saya nonaktifkan akun utama di Instagram (lagi). Ya, saat itu ada kabar yang tanpa disadari bikin saya sedih sehingga saya putuskan untuk berjeda dulu dari media sosial...

Timur Punya Cerita: Toleransi

Image
31 Maret 2020 “Belu closing hari ini. Project su habis.” Pesan ini muncul di handphone saya saat tengah hari. Saya terdiam, seperti ada yang menekan tombol “freeze” sehingga saya sulit bergerak. Pikiran saya terbang ke potongan-potongan hidup lima tahun lalu tentang kota kecil di timur sana, kota yang selalu teringat. 26 Maret 2020 Saya chat salah satu teman, “Two days ago, tiba-tiba inget Atambua, inget masa-masa selama hidup di sana, then suddenly the tears were falling, it was one of the best years I had, and I just miss it so much.” Wait… Mata saya membesar ketika membaca ulang pesan ini. Enam hari lalu. Dengan cepat, saya chat teman saya lagi, “I think the universe sent me a hint.” “Indeed.” Konon, kalau kau punya ikatan istimewa terhadap sesuatu, kau akan merasakannya. Ah, begitukah? Atau, ini hanya kebetulan semata? Seberapa jauh kau percaya tentang kebetulan? Tapi, mengapa enam hari lalu tiba-tiba ingat Atambua sampai menangis segala? Kadang otak sa...

Keajaiban 3: Angsle

Image
Malam ini adalah malam terakhir saya dan #TeamPatahHati berlibur di Malang. Sebagai petualang kuliner, Rizal udah nyiapin daftar makanan yang mau dicoba dan malam ini dia bilang mau cari angsle. Angsle? Apa tuh? Ternyata sebuah dessert semacam sekoteng atau kolak. Jam 10, saya dan Rizal keluar hostel untuk memburu cemilan super manis ini. Mencari angsle H+8 lebaran ternyata cukup sulit. Keluar hostel kami belok kiri ke arah utara. Katanya di dekat klenteng (50 meter dari hostel) ada yang jual tapi nihil. Kami lanjut ke utara, menelusuri Jalan Gatot Subroto yang di malam hari banyak lapak sepatu di tepi jalan. Saya selalu suka menikmati kota kecil dengan berjalan kaki. Rasanya menarik melihat lekuk kota secara detil tanpa terburu-buru. Hemmm mana ini angslenyaaa. Mungkin karena masih libur lebaran, beberapa kangjualan belum aktif kembali. Hanya kangmartabak dan kangmieayam yang sudah ceria menyapa penggemarnya di Jalan Gatot Subroto. Kami terus ke utara sampai putus asa sendiri,...

Keajaiban 2: Welirang

Image
Pukul 21.30 saya dan #TeamPatahHati bertolak menuju Cangar, salah satu jalur pendakian Arjuno-Welirang yang terletak di Batu tapi masih ke atas lagi. Batu ini mirip Puncak di Bogor. Daerah tinggi dengan banyak destinasi wisata favorit. Bedanya, jam segini jalan di Batu dan Cangar sudah amat sepi. Hanya satu dua kendaraan yang melintas. Kabut tebal sudah menyelimuti jalan sejak kami memasuki Cangar. Piye iki. Jarak pandang terbatas. Gerimis mulai turun. Dingin makin menjadi. Single semua pulak, makin kering deh. Rencana awal kami adalah beristirahat di warung sekitar Cangar lalu start mendaki tengah malam. MANA ADA WARUNG WOY. Hahaha. Our stupidity. Singkat cerita, kami merapat ke sebuah warung di pinggir jalan, tidak jauh dari entry point. Satu-satunya warung yang masih buka namun sebentar lagi tutup. Kami mengobrol dengan warga disitu, salah satunya pak Jumari yang ternyata pemandu gunung dan dengan baik hati mempersilahkan kami bermalam di rumahnya. Jombski’s luck. Terima kasih b...

Keajaiban 1: Ungaran

Image
Konon, doa kita akan dikabulkan dalam tiga bentuk: 1. Ya 2. Ya, tapi bukan sekarang 3. Diganti dengan yang lebih baik Untuk doa yang masuk dalam kelompok pertama, seringkali membuat saya bergidik sendiri. Bagaimana tidak, doa tersebut terwujud dalam hitungan jam, bahkan menit. Bulu kuduk saya kadang merinding atau terasa aliran hangat yang menjalari tubuh ketika dengan cepatnya doa-doa itu dijabah dengan cara yang sungguh sederhana. Pasca-lebaran, saya dan #TeamPatahHati berencana mendaki Gunung Arjuna dan Welirang di Jawa Timur. Sebagai bagian dari latihan fisik, saya dan salah satu anggota tim, Samuel, akan trail run ke Gunung Ungaran yang hanya berjarak dua puluh menit dari kampung saya. Selepas subuh kami berangkat ke Camp Mawar di Sidomukti sebagai titik awal pendakian. Selama perjalanan di angkot menuju Pasar Jimbaran, di sebelah kanan terlihat Gunung Ungaran yang nampak gelap oleh awan yang berkumpul rendah, sedangkan di sebelah kiri matahari mulai terbit dengan sinar ...

Timur Punya Cerita: Menarilah!

Image
Originally posted on Instagram Ada satu hal unik dan berbeda dari acara pernikahan di Atambua-dan juga hampir semua daerah di NTT. Kalau di kota seperti Jakarta, tiba di lokasi acara, salaman sama pengantin, makan, bersua dengan yang lain (kalau ketemu yang kenal), kadang foto bersama, lalu pulang. Disini berbeda. Tiba di lokasi, salaman sama pengantin, makan, lalu DANSA! Teman saya bilang kebiasaan ini sedikit banyak terpengaruh dari Portugis yang dulu pernah menjajah tanah Timor. Jangan tanya seberapa besar saya menyukai dansa saat acara kawinan di NTT. You don't wanna miss this, bro! Awal awal datang ke acara, saya hanya menonton dari bangku ketika para tamu (termasuk teman-teman kantor) mulai turun ke lantai dansa. Langkah ke kanan, langkah ke kiri, putar sana, putar sini. Kok seru ya. Lama lama ingin coba. Saya bilang ke teman saya (salah satu staf kantor), "Kak, beta mau coba, tapi sonde bisa, kasi ajar dulu e." Sedikit dag dig dug waktu pertama kali...

Timur Punya Cerita: Bakar Ikan

Image
Originally posted on Instagram Bakar ikan adalah kegiatan yang hampir kami lakukan setiap minggu di kantor. Bahkan bisa sampai dua kali dalam seminggu bila ada moment yang mendukung. Biasanya kami bakar ikan ketika ada kunjungan staf dari Jakarta, ada yang ulang tahun, sambut baru, naik jabatan, atau kalau lagi ada ikan segar mengapa tidak? Jenis ikan yang sering kami bakar yaitu ikan cakalang dan gargaheng. Kami dapat dari Atapupu, sebuah daerah pesisir sekitar 25 km dari Atambua. Fresh from the oven! Selain dibakar, sering juga diolah menjadi ikan kuah asam. Awiii ini menu kenikmatan yang hqq. Wajib coba. Tak lupa ditemani sambal khas Timor yang asem kecut kaya kenangan. Namanya sambal luat. Paduan cabai, irisan tomat, daun kemangi, sejumput garam, dan jeruk nipis inilah yang sukses membuat kami terus mencidukkan nasi ke piring. "Kakak Gita, tambah sudah. Kasi habis e." Well, kebiasaan seperti inilah yang membuat suasana tinggal di kota kecil kian hangat. Ke...

Timur Punya Cerita: Atambua

Image
Originally posted on Instagram Atambua punya tempat tersendiri di hati saya. Di kota inilah saya pertama kali merasakan yang orang bilang "Welcome to the real jungle" a.k.a dunia kerja. Btw, Atambua itu nama kecamatan ya, kalo kota/kab nya itu Kabupaten Belu, provinsinya Nusa Tenggara Timur. Bekerja di daerah terpencil adalah salah satu life goals saya selepas kuliah. Awalnya saya ikut seleksi IM dan berharap besar untuk lolos. Tapi Tuhan punya rencana lain. Dia wujudkan impian saya melalui kesempatan yang tak kalah baik. Masyarakat Atambua itu ramah banget. Kalau di Bekasi saya termasuk kaum mayoritas, di Atambua saya menjadi minoritas. Namun tak ada diskriminasi selama saya tinggal disini, saya sangat dihargai dan dijaga. Banyak cerita lucu dan menarik selama saya merantau. Dari Atambua, saya belajar banyak hal. Yang pertama, tentang syukur. Yang kedua, tentang hidup sederhana. Bos saya sering bilang, "Hiduplah sederhana, pak." dan itu seperti mant...

Paket Murah Meriah Pinggir Pantai

20.56. Saya memutuskan untuk pulang. Sudah larut. Namun pekerjaan tak kunjung surut. Ingin sekali saya maki diri sendiri namun acap kali tak terjadi. Sambil mengurai lelah, saya membuka galeri foto dan mendapati beberapa gambar yang melempar saya pada memori sebuah perjalanan yang belum lama tercipta. Tepat satu minggu yang lalu, saya dan tiga kawan menghabiskan malam di sebuah pantai taman nasional kedua paling timur di Pulau Jawa. Terbatasnya penginapan menjadikan kami satu-satunya pengunjung yang menginap malam itu. Ditemani ribuan flora dan fauna hutan tropis yang eksotis. Tentu momen yang istimewa bagi saya pribadi. Istimewa karena hanya ada kami berempat di lokasi tersebut (gak deng, ada petugas yang berjaga di kantor, haha). Karena kami sedang bermalam di pantai taman nasional kedua paling timur di Pulau Jawa. Karena ini kali pertama saya jalan dengan mereka. Dan karena listrik hanya tersedia dari jam 6 sore sampai 10 malam. Ketika listrik padam, kami keluar dari pe...

Banten Lama

Image
Sabtu lalu gue mengagendakan manjat di Ciampea. Semangat 45 banget karena udah lama gak ketemu tebing. Jumat malem gue keluarin peralatan yang mau dibawa. Karena beberapa alasan, manjatnya batal. Beuh... Ibaratnya gue udah naik tangga wahana seluncur Waterboom berpuluh-puluh meter dan ketika sampe atas wahananya tutup! Rasanya mau terjun gitu aja gak usah lewat perosotan. Dengan keajaibanNya agenda manjat gue beralih menjadi study tour ke Banten Lama. Perkenalkan, penyelamat gue weekend lalu sekaligus teman jalan yang menggemaskan. Rama . Jadi, kalo kalian melihat tante tante lagi tamasya di Serang sama keponakannya Sabtu lalu, percayalah itu gue dan Rama. Ditemani buku Balada Si Roy milik Rama selama perjalanan Apa itu Banten Lama? Semacam kota tuanya Banten. Gue gak akan cerita sejarah di balik peninggalan-peninggalan yang ada di Banten Lama. Silahkan cari di eyang gugel untuk info lebih jauh. Cuma ingin berbagi tentang Banten (Serang lebih tepatnya) dengan segala keun...

#4 Ujung Kulon

Image
4 Weeks 4 Provinces: Senja 15–16 Juni 2013 Banten Tepian berbaik hati mengundangku Mempersilahkan duduk tuk mengenang yang lalu Perjalanan separuh hari rela kutempuh Hanya untukmu Yang sudah bergulung-gulung mendengar ceritaku Hei, kau berlebihan Aku tak punya santapan Hanya ingin menyampaikan salam Dari tepian seberang Bagaimanalah ini Aku tidak boleh kembali Juga memanggilnya lagi Jadilah aku terdampar Bersama kenyataan yang menampar Bukan deburan yang aku takutkan Namun langit yang tak sedia bertahan Lalu, apa artinya kesabaran? Kumohon... Tuliskan lagi dalam pasir Walau seketika terhapus air Ajari aku dalam tenang Walau aku bisa berenang Kau sungguh baik sekali Mau menemani walau sebentar lagi pergi Lihatlah... Rembang petang mulai tercipta Empat puluh tujuh detik yang sempurna Menutup salamku dengan menawan Penuh pembelajaran Dan harapan Pulau Mangir, 15 Juni 2013 I present to you the most west poin...