Posts

Epilogue

Image
I like watching movies. Some movies are so touching that involves your feeling and sometimes make you cry. Other movies have good conversation that gives you another way to see something. Sometimes you make it into quotes that bring something meaningful in living your own life. This is one of epilogue from movie He's Just Not That Into You. Maybe you should read. Girls are taught a lot of stuff growing up: If a guy punches you, he likes you Never try to trim your own bangs And someday you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending Every movie we see, every story we're told , implores us to wait for it The third act twist: The unexpected declaration of love, the exception to the rule But sometimes we're so focused on finding our happy ending, we don't learn how to read the signs How to tell the ones who want us from the ones who don't The ones who will stay from the ones who will leave And maybe this happy ending doesn't incl...

Pempek

Image
Namanya Rachmat Dardiansyah. Sahabat gue sejak SMA. Entah nyokapnya ngidam apa sampe anaknya berwujud ajaib ngalahin peralatannya Doraemon. Makhluk ajaib ini punya banyak panggilan seperti mamet, metski, sobat, sobih, sobpen, jek, jo, dan entah apa lagi. Gue biasa manggil Mamet. Awal Desember beliau (karena udah tua) ulang tahun dan gue pengen sekali-kali ngasih sesuatu yang bermanfaat. Karena beliau sibuk layaknya artis dangdut keliling kampung, gue kepikiran ngasih sebuah agenda. Supaya beliau gak kelupaan sama hal-hal kecil juga mimpi-mimpi besarnya. Sempet bingung mau bungkus agenda pake apa. Kalo langsung bungkus kertas kado kayanya kurang rapi. Lalu mata gue tertuju pada sebuah box pempek di atas meja. Saat gue coba taro agenda itu ke dalam box, pas banget. Oke, bungkus! Mamet kuliah di sebuah kota sangat gaul bernama Bandung. Ralat, Jatinangor. Karena kesibukan kedua belah pihak bikin kita susah ketemu, gue menitipkan kado untuk Mamet kepada salah satu sahabat yang sama sama...

Out There

Image
Berusaha mensyukuri segala hal yang terjadi. Termasuk yang datang dan yang pergi. Karena selalu ada perpisahan untuk setiap pertemuan. Semua yang dialami akan memberikan pelajaran. Karena selalu ada alasan untuk setiap kejadian. Waktu takkan kembali. Kau juga tak mungkin melihatnya lagi. Memang sulit berterima kasih atas kepergiannya. Namun kita tak tau anugrah besar yang sedang disiapkanNya. Aku juga sama seperti kau. Tersadar setelah pudar. Seketika sesal merasuk dan pilihan dikutuk. Menurutku, tak ada keputusan yang salah. Hanya saja logika seperti sengaja mengalah. Hari cepat berganti. Malam hadir dengan sunyi. Bahkan aku sering melewatkan senja. Tau tau sang surya menyapa. Kau bilang senja selalu mendamaikan? Ah, mungkin perasaanmu saja. Itu karena senja berada di penghujung harimu, dan kau sudah muak dengan rutinitasmu, dan kau butuh sesuatu yang baru. Tapi, kau harus tetap berterima kasih, karena senja tak pernah lupa menghiburmu. Hanya terkadang ia absen dari awan kelab...

Ibu dan Akhir Pekan

Weekend ini saya pulang ke rumah seperti yang biasa saya lakukan tiap minggu atau tiap dua minggu. Tugas kuliah yang tidak langsung dikerjakan menjadi bertumpuk dan mau tidak mau harus saya sentuh di akhir pekan *sukurin*. Tawaran pergi ke Tanah Abang dari ibu pun dengan berat hati saya tolak. Padahal jarang sekali ibu pergi ke tempat perbelanjaan. Malamnya, saya iseng nyetel tv. Niatnya “refreshing sejenak”, tapi keterusan sampai tiga jam. Kebetulan ada film menarik yang sedang diputar, Alice in Wonderland. Karena sudah pernah nonton sebelumnya, saya ingin mematikan tv dan kembali mengerjakan tugas yang sudah meraung-raung. Tiba-tiba ibu bergabung bersama saya karena tertarik dengan film yang saya tonton. Niat mematikan tv saya urungkan. Kapan lagi punya waktu seperti ini sama ibu. Lucunya, saya bilang, “Bu, padahal tugas adek banyak, tapi filmnya lagi bagus.” (sepik) Ibu pun membalas, “Sama dek, padahal tugas ibu juga banyak.” Intinya, kami berdua sedang memiliki segudang...

View

Green hill Blue sky Fresh air Silent valley Going wild Be me

Voucher from Stranger

Jumat, 8 Februari 2013 Free Voucher from Stranger Besok gue akan menghadiri acara pernikahan sahabat SMA gue. What? Married? Yep, gak nyangka dia orang pertama yang menuju pelaminan. Lo kapan, Git? *kemudian hening* Gue memutuskan membeli girly thing like make up biar “cewe” dikit. Mungkin ini akan berguna buat kedepannya, misal nimpuk maling. Luckily mbaknya asik, gue sekalian tanya ini itu karena gak biasa make up. Lagi boring ngantri di kasir karena lama banget, tiba-tiba seorang ibu depan gue yang baru menyelesaikan pembayaran ngasih voucher belanja Rp 50.000! Gue girang banget, tapi sok stay cool. Si ibu udah mau pulang dan gak tau mau belanja apa lagi, jadi vouchernya dikasih ke gue—orang yang ngantri tepat di belakangnya. Thank you, Stranger :D Rencana balik ke rumah jam 6 terpaksa molor karena gue muterin satu toko buat hunting baju demi memanfaatkan sang voucher. Sabtu, 9 Februari 2013 First Make-Up Ini kedua kalinya gue make eyeliner sendiri. Yang pertama? Tent...