Posts

Kantin Sekolah

Bekasi punya beberapa lokasi kuliner yang cukup oke. Berhubung gue dan sahabat-sahabat gue doyan makan, kami suka mencoba tempat baru. Jamannya putih abu dulu. Karena kami harus berpisah saat menginjak bangku kuliah, jeilah, maksudnya perguruan tinggi kami berbeda (hiks), frekuensi kulineran gak sesering dulu. Kalo lagi sama sama balik ke Bekasi aja. Dan hari Senin gue mau kulineran DUA RONDE sama salah satu sahabat gue. Sebut saja Rivan. Destinasi pertama kami adalah soto mie samping masjid yang kata Rivan porsinya buanyak. Letaknya di dekat Masjid Al Barkah Alun-alun Bekasi. Rivan suka makan disini sewaktu kecil. Doi heran kenapa gue—yang notabene suka makan—gak tau tempat ini. Pesanan kami datang. Satu porsi soto mie dan satu porsi soto daging. Gue agak bingung melihat pesanan Rivan yang tanpa nasi itu. Gak mungkin ukuran lambungnya tetiba mengecil. “Kok gak pake nasi?” “Kan nanti mau makan lagi.” Jawabnya sambil nyengir. Ternyata ajakan kuliner dua ronde bukan candaan bela...

Banten Lama

Image
Sabtu lalu gue mengagendakan manjat di Ciampea. Semangat 45 banget karena udah lama gak ketemu tebing. Jumat malem gue keluarin peralatan yang mau dibawa. Karena beberapa alasan, manjatnya batal. Beuh... Ibaratnya gue udah naik tangga wahana seluncur Waterboom berpuluh-puluh meter dan ketika sampe atas wahananya tutup! Rasanya mau terjun gitu aja gak usah lewat perosotan. Dengan keajaibanNya agenda manjat gue beralih menjadi study tour ke Banten Lama. Perkenalkan, penyelamat gue weekend lalu sekaligus teman jalan yang menggemaskan. Rama . Jadi, kalo kalian melihat tante tante lagi tamasya di Serang sama keponakannya Sabtu lalu, percayalah itu gue dan Rama. Ditemani buku Balada Si Roy milik Rama selama perjalanan Apa itu Banten Lama? Semacam kota tuanya Banten. Gue gak akan cerita sejarah di balik peninggalan-peninggalan yang ada di Banten Lama. Silahkan cari di eyang gugel untuk info lebih jauh. Cuma ingin berbagi tentang Banten (Serang lebih tepatnya) dengan segala keun...

Rabu ke-17

Matahari belum ingin pulang. Angin sore baru saja datang. Namun seorang gadis sawo matang nampak ingin segera menutup hari. Dengan sebelumnya mengunjungi senja di taman kecil seberang kantor. Ia bergegas mematikan komputer, melepas id card bertuliskan Clavinna Dean, dan sembunyi-sembunyi keluar ruangan. Clave mempercepat langkah. Dilirik jam perak pemberian tantenya. Masih ada tujuh menit sebelum senjanya tiba. Ia tidak ingin melewatkan momen berharga itu. Tidak sedetik pun. Seperti enam belas Rabu sebelumnya. Napas Clave naik turun dengan cepat. Ditenggaknya frappio dalam satu tarikan. Teman setianya mengunjungi senja hari Rabu. Belum genap satu menit napasnya kembali normal, sosok itu menyeruak sore dari pertigaan taman. Menggenggam jantung Clave. Membuat degupnya semakin kencang. Seorang pria kurus tinggi yang selalu muncul di hari yang sama, waktu yang sama, dan melewati rute yang sama. Kulitnya yang kuning langsat nampak bersinar di bawah mentari. Tubuhnya cukup atletis de...

Bapak

Image
Even a glance thinking of our parents can make us cry, can’t it? And so can I. Beliau orang yang luar biasa di hidup saya. Pake banget. Beliau selalu ada kapanpun saya butuhkan. 24/7. Bahkan untuk hal-hal kecil sekali pun. Perkenalkan, orang yang memberikan nama belakang begitu indah. Bapak. I remember . Waktu itu Minggu pagi. Ada pengumuman yang sedang keluarga kami tunggu. Sebuah penentuan nasib. Saya sendiri agak cuek karena dua tes masuk PTN sebelumnya gagal. Tapi, kali ini angin berhembus lain. Nama saya tercantum di koran Kompas pagi itu. Saya lolos. Bapak langsung meluk saya (hal yang jarang kami lakukan kecuali waktu saya kecil). Matanya tergenang. Mulutnya berkali-kali mengucap syukur. Raut wajahnya tampak amat bahagia dan bangga. Saya? Banjir. I remember . Waktu itu umur saya empat tahun. Kami sekeluarga dan beberapa saudara mendaki Gunung Ungaran. Saya tidak terlalu ingat seluruh perjalanannya. Namun saya ingat hujan deras menemani kami saat turun gunung. Saya menggigi...