Posts

Yang Berubah

Image
Dulu, sekitar tahun 2017, saya suka banget sama laki-laki yang punya mimpi atau visi misi hidup. Karena, dengan punya mimpi, menurut saya orang tersebut punya tujuan dan arah yang jelas, mau ngapain aja di hidupnya, setidaknya untuk dirinya sendiri. Tidak lama, saya dipertemukan dengan sosok lelaki yang punya value seperti ini. Ada sederet impian yang ingin dia capai. Ga muluk-muluk. Bisa dibilang mimpi umum kebanyakan orang. Senang bisa bertemu dengan contoh nyata yang value -nya sama dengan yang saya yakini. Seiring berlalunya waktu, saya melihat something is missing . Ya, dia punya mimpi, tapi ternyata tidak ada usaha keras atau langkah nyata yang dia lakukan untuk mewujudkan mimpinya karena banyak faktor. Ibaratnya, tujuannya jelas, tapi tidak tau jalan untuk mencapai ke sana, tidak tau naik angkot jurusan apa, jam berapa, biayanya berapa, dan akan makan waktu berapa lama. Hal ini mengingatkan saya pada bidang pekerjaan yang sedang saya tekuni. Saya belajar bagaimana sebua...

Cinta dan Memiliki

Image
Waktu itu kau tiba saat aku lagi patah-patahnya. Hari-hari terasa hampa, tujuan hidup seakan tiada. Sulit bagiku membuka diri, bahkan untuk sekadar teman ngobrol di penghujung hari. Namun semua berubah setelah perjalanan itu. Perjalanan yang mempertemukan kau dan aku. Dari situ, kita mulai sering berbincang dan berbagi banyak hal. Wawasanmu luas seperti angkasa, buatku betah berlama-lama. Rasanya aku bisa cerita apa saja. Dari A sampai Z. Predikat yang sampai saat ini hanya milik sahabatku. Kau pun tahu itu Begitulah, ada lelah yang pada tempatnya, sang nyaman ikut tanpa sengaja. Kedekatan kita mengingatkanku pada satu pelajaran hidup, tentang cinta dan memiliki. Seorang tetua pernah berkata, cinta dan memiliki adalah dua hal yang berbeda. Ketika jatuh cinta, jangan terpatri untuk harus memiliki. Karena sejatinya, kita tetap bisa mencinta. Misalnya, cinta tanah air, apa kita harus memilikinya? Tidak kan? Jadi, tetua itu berpesan, wujudkan cinta itu pada tempatnya yang benar. Ci...

Bloom Once Again

Behind the story: “Mbagit harus jatuh cinta lagi. Sama apa aja.” ucap teman saya sesaat sebelum kami berpisah. Malam itu, kami berbincang banyak. Lebih tepatnya, dia mendengarkan kisah patah hati saya. Kalimat itu masih terngiang hingga keesokan hari. Memangnya bisa jatuh cinta selain sama makhluk hidup? Dan dunia menjawabnya perlahan-lahan. Here’s a piece of reflection of those valuable life experiences. I had a good opportunity to collaborate with my friend, Pak Sugeng, who did a great work in combining the poem along with beautiful footages of Japan–just our kind of way to stay sane in the mid of pandemic. Such a fun project. Enjoy! Banyak hal yang belum kita pahami hari ini Tentang mereka yang pergi tanpa permisi Mereka yang sulit jumpa lantaran kesibukan Mereka yang dekat namun jauh dalam genggaman Pun tentang kita Yang tak kunjung reda dari badai duka Yang sulit terima takdir tak seirama Tak apa… Menangislah Untuk semua yang tak lagi sama Untuk luka...

Timur Punya Cerita: Toleransi

Image
31 Maret 2020 “Belu closing hari ini. Project su habis.” Pesan ini muncul di handphone saya saat tengah hari. Saya terdiam, seperti ada yang menekan tombol “freeze” sehingga saya sulit bergerak. Pikiran saya terbang ke potongan-potongan hidup lima tahun lalu tentang kota kecil di timur sana, kota yang selalu teringat. 26 Maret 2020 Saya chat salah satu teman, “Two days ago, tiba-tiba inget Atambua, inget masa-masa selama hidup di sana, then suddenly the tears were falling, it was one of the best years I had, and I just miss it so much.” Wait… Mata saya membesar ketika membaca ulang pesan ini. Enam hari lalu. Dengan cepat, saya chat teman saya lagi, “I think the universe sent me a hint.” “Indeed.” Konon, kalau kau punya ikatan istimewa terhadap sesuatu, kau akan merasakannya. Ah, begitukah? Atau, ini hanya kebetulan semata? Seberapa jauh kau percaya tentang kebetulan? Tapi, mengapa enam hari lalu tiba-tiba ingat Atambua sampai menangis segala? Kadang otak sa...

Rest in Love

Image
Ada resah di dada berubah manja Ada tatap kecewa perlahan sirna Ada kobar marah melembut reda Ada ledak tangis dirayakan bersama Tiap patahku, kau peluk dengan lagu Seakan berkata, "Tak apa, gadis kecilku Menangis tak sama dengan lemah Tak serupa pula dengan rendah Ia reaksi sederhana bahwa kau juga manusia Sebagian mungkin malu menunjukannya Kemarilah, gadis kecilku Abang punya banyak pilihan melodi untukmu Gembira dan lara hanya berganti jaga Maka rayakanlah, apapun yang sedang kau rasa Ah, kehilangan memang seringkali buat gila Namun semua akan baik-baik saja Perpisahan bukan akhir Dia yang setia akan hadir Ukir kisah bersama yang kau cinta Selagi kesempatan itu masih ada Gadis kecilku, abang tak punya banyak waktu" Tribute to Glenn Fredly (1975-2020) One of the greatest musicians on earth Feb 2020, Glenn's last concert

2019: Finding the Wisdom

Image
It took so long for me to write a reflection on 2019. It's the second month already, but who cares? Haha. So, how was it? I can say it was a year full of learning, diving into a deeper meaning of solitude, self-esteem, compassion, and empathy. 1. New level of caring 2019 was a continuation of my healing journey. I kept learning new things while taking notes of wisdom lies in every phase which might be valuable for me to face similar life problems in the future. The process took endless observation, contemplation, and self-internalization involving the art of ups and downs. The first precious lesson was how to start caring again, especially for those closest to me. Back then, I was apathetic to what was happening around me. It felt like my head was densely filled with bad fat clouds making me difficult to pay attention to people as a result. The enlightenment came from a co-worker I look up to, from whom I learn a lot until today. She is the first child of five. Besides a ...

Memahami Keberagaman dari Anak Disabilitas

Image
"Setelah tiga tahun program berjalan, 3.279 anak dengan disabilitas di enam kota/kabupaten dampingan telah menerima layanan. Sedangkan data pemerintah tentang jumlah anak disabilitas di enam wilayah tersebut hanya 1.057 anak." Begitulah salah satu temuan yang saya baca dari tujuh lembar hasil survei akhir ( endline survey ) sebuah program. Sore itu, saya dapat tugas membuat fact sheet (infografis) dari laporan survei yang diberikan. Isu disabilitas adalah isu baru bagi saya. Sebelumnya, saya menangani isu literasi yang fokus pada peningkatan kemampuan membaca anak di Nusa Tenggara Timur. Berbeda sekali dengan program ini. Namun, tujuan besarnya masih sama: pemenuhan hak dasar anak. Laporan survei ini sangat eye-opening dan menjadi titik awal saya dalam memahami isu disabilitas dan pendidikan inklusif di Indonesia. Kalau ada yang tanya berapa jumlah anak dengan disabilitas di suatu wilayah, manajer saya sering bercanda sambil tersenyum, "Cuma keluarga mere...